JAMUAN MAKAN BAGI PEMBELAJAR

Al-Attas memandang al-quran sebagai undangan tuhan kepada manusia untuk menghadiri jamuan makan di atas muka bumi (mu’addabah Allah fil ardi), tempat kita mengambil bagian di dalamnya dengan cara mengetahuinya (fa ta’allamu min ma’dabatihi). Al-Attas menjelaskan : ” kitab al-quran adalah undangan tuhan kepada manusia untuk menghadiri jamuan kerohanian, dan cara memperoleh ilmu pengetahuan yang sebenarnya mengenai al-quran adalah dengan menikmati makanan-makanan lezat yang tersedia dalam jamuan kerohanian itu.

Al-quran sebagai undangan bagi jamuan makan kerohanian memiliki dua konsekuensi. pertama, untuk dapat menghadiri perjamuan itu dibutuhkan sejumlah metode. hanya yang pantas saja yang mendapat undangan bagi sebuah pesta perjamuan

Bambang Q-Anees, M.Ag dan Drs. Adang Hambali, M.Pd dalam buku “Pendidikan Karakter Berbasis Al-Quran”

Author:

Tempat/tanggal lahir : Pekanbaru, 29 Oktober 1997 Mahasiswi s1 Pendidikan bahasa arab UIN SUSKA Riau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s